Artikel
Sejarah Desa Driyorejo
Driyorejo berasal dari nama seorang yang istilahnya mbabat alas di wilayah Driyorejo pertama kali yaitu mbah Wongso Driyorejo.
Wongso Driyorejo sebenarnya adalah seorang putra kadipaten yang berkelana hingga akhirnya sampai di wilayah Driyorejo dan hidup menetap di Driyorejo.
Sampai sekarangpun makam beliau masih ada dan oleh masyarakat Driyorejo makam beliau terkesan dikeramatkan, hal ini karena makam beliau berada di stren sungai Brantas yang di payungi sebuah pohon yang oleh masyarakat Driyorejo disebut “ Wit Kepo “ yang sangat besar dan berusia ratusan tahun.
Setelah masa Wongso Driyorejo, kemudian muncul dua orang Ulama’ besar yang bernama KH Djoyo Dirono dan KH Djaya Ngulumo. Sampai sekarangpun belum ada kepastian apakah beliau keduanya itu merupakan ayah dan anak atau adik-kakak.
Menurut cerita KH Djaya Dirana dan KH Djaya Ngulumo, masing-masing memiliki suatu kanugrahan dari Allah.
KH Djaya Ngulumo contohnya, tersebutlah pada suatu saat dimana KH Djaya Dirana melakukan haji di tanah Mekkah. KH Djaya Ngulumo yang pada saat itu belum pernah melakukan ibadah haji dan ingin sekali menyusul KH Djaya Dirana ke Mekkah bingung harus bagaimana memenuhi keinginannya itu, akhirnya beliau berdoa dan keanugrahan itupun datang. Beliau mengambil sebatang pohon pisang untuk digunakan sebagai kendaraan menuju ke Mekkah dan anehnya KH Djaya Ngulumo lah yang sampai terlebih dahulu di tanah Mekkah daripada KH Djaya Dirana.
Dalam cerita selanjutnya diceritakan tentang anugrah yang dimiliki oleh KH Djaya Dirana. Beliau memiliki suatu keanugrahan yaitu salah satunya jika ada hewan yang melintas di atas beliau atau di depan beliau dalam jarak tertentu maka hewan itu akan langsung mati seketika.
Bahkan menurut cerita dahulu makam beliaupun masih menunjukkan daya mistis yang sampai sekarang ceritanya masih terus berkembang yaitu hewan yang melintas di atas makam beliau akan langsung mati. Namun pada kenyataan sekarang hal itu sudah tidak pernah terjadi, mengapa begitu mungkin hanya Allah yang tahu. Sampai sekarang makam kedua Ulama besar tersebut masih dijaga dan dirawat dengan baik oleh masyarakat Driyorejo bahkan diadakan Haul tiap tahunnya.
Oleh karena beliau – beliau yang ikut berperan dalam terciptanya Desa Driyorejo ini terutama Wongso Driyorejo, masyarakat Driyorejo sampaii sekarang menggunakan nama belakang beliau untuk mengenang jasa beliau.
Sumber : https://muhammadanggacom.wordpress.com/2018/08/07/303/
Rembuk Stunting 2026-Desa Driyorejo
Penutupan Kegitan Proyek Kemanusiaan Gizi UNESA, Sukseskan Desa Driyorejo
REMBUK STUNTING DESA DRIYOREJO
PEMDES DRIYOREJO LAKSANAKAN KEMBALI BANTUAN BERAS BULAN MEI 2024!
PROYEK KEMANUSIAAN UNESA KELOMPOK 8: AJAK SISWA SDN 1 UPT 149 GRESIK UNTUK MEMENUHI ISI PIRINGKU
DEMONSTRASI TEH BUNGA TELANG! HARAPAN UNTUK PENURUNAN RISIKO HIPERTENSI PADA LANSIA
Desa Driyorejo Laksanakan Pemutakhiran Data, Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2024
Mengajari Anak Tentang Pentingnya Sholat
KARNAVAL DRIYOREJO awale sempet di guyur hujan deras, tapi iku gak menyurutkan semangat & antusias
PELANTIKAN KEPALA DUSUN LOPANG BARU DESA DRIYOREJO
Meriahkan HUT RI ke-78, Pangeran Berkuda Dikawal Prajurit Kerajaan Keliling Desa
JALAN SEHAT DAN SEPEDA HIAS DESA DRIYOREJO
Ruwah Dusun Desa Driyorejo
CEK ASAM URAT, POSBINDU LANSIA DUSUN DRIYOREJO BERJALAN LANCAR BERSAMA MAHASISWA PK GIZI UNESA
TURUT BANTU POSBINDU LANSIA DUSUN SEMAMBUNG DESA DRIYOREJO, MAHASISWA PK GIZI UNESA BERSAMA KADER
PELAKSANAAN POSYANDU BALITA DUSUN LOPANG DESA DRIYOREJO, MAHASISWA PK GIZI UNESA TURUT BERPARTISI

